Berita

IKAL-Lemhannas: Hadapi Tantangan Global, SBY Tekankan Pentingnya Keselarasan Ekonomi dan Demokrasi bagi Pemimpin Daerah

Presiden ke-6 RI, Gubernur Lemhannas RI, Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas.

<p><strong>JAKARTA, IKAL-Lemhannas</strong> — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan pentingnya kesiapsiagaan nasional dan persatuan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi dinamika tantangan global yang kian kompleks.</p><p>Hal tersebut disampaikan SBY saat menjadi narasumber dalam agenda Bincang Inspiratif bersama para Bupati dan Wali Kota peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Rabu (22/7).</p><p>Dalam arahannya, SBY menggaris bawahi bahwa Lemhannas memiliki pilar sentral dalam mencetak para pemimipin daerah yang adaptif dan solutif. <i>"Lemhannas memiliki peran penting sebagai agent of development dan agent of humanity untuk bersama-sama menyelesaikan masalah kebangsaan,"</i> tegas SBY di hadapan para kepala daerah.</p><h3>Menyeimbangkan Pertumbuhan Ekonomi dan Kebebasan Demokrasi</h3><p>SBY memaparkan bahwa lanskap global saat ini tengah diuji oleh berbagai ketidakpastian. Dampak dari tekanan perekonomian dunia ini dirasakan secara merata oleh hampir seluruh negara, yang pada akhirnya memengaruhi stabilitas ekonomi domestik serta dinamika kehidupan berdemokrasi.</p><p>Kendati demikian, beliau mengingatkan para pimpinan daerah agar tidak membenturkan antara kepentingan pemulihan ekonomi dan penegakan nilai-nilai demokrasi. Keduanya harus bergerak secara beriringan demi kelangsungan berbangsa dan bernegara.</p><h3>Catatan Penting Kepemimpinan Daerah</h3><p>Beberapa poin utama yang ditekankan SBY untuk dijadikan pedoman para kepala daerah meliputi:</p><p><strong>Pembangunan Berkelanjutan:</strong> Ekonomi dan demokrasi bukanlah pilihan yang saling meniadakan (<i>either/or</i>), melainkan dua fondasi yang harus diperkuat secara bersamaan.</p><p><strong>Menjaga Ruang Publik:</strong> Ruang kebebasan berpendapat dan kebebasan pers tidak boleh ditutup di tengah krisis.</p><p><strong>Kritik yang Konstruktif:</strong> Penyampaian aspirasi maupun kritik kepada pemerintah harus tetap dilakukan melalui saluran yang bermartabat dan cara-cara yang baik.</p><p>Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL-Lemhannas) menyambut baik pesan strategis tersebut dan berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat daerah demi menjaga ketahanan nasional di tengah arus dinamika global.</p>


Berita Terkait